KAB MADIUN,Detikindo24.com -Dua atlet muda cabang olahraga Muaythai asal Kecamatan Pilangkenceng berhasil menyumbangkan medali untuk Kabupaten Madiun dalam kejuaraan Pekan olah raga pelajar daerah (POPDA) Jatim 2026.

Atas prestasi kedua atlet tersebut Dinis Weya (medali emas kelas 67 kilogram putra( dan Latysha Axellova Alfathira atau akrab disapa Cilla ( medali perak kelas 60 kilogram putri) sangat di apresiasi Camat Pilangkenceng EDY SUDARKO, S.T, M.Si di pertemuan bersama kedua atlet di Kantor Kecamatan Pilangkenceng, Jumat (6/11/2026).

Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur 2026 cabang olahraga Muaythai digelar di Surabaya pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.

Dinis Weya di ketahui merupakan atlet asal Desa Sumbergandu, Kecamatan Pilangkenceng, yang saat ini masih menempuh pendidikan di SMKN 1 Wonoasri. Sementara Cilla berasal dari Desa Kedungmaron, Dusun Setono, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, yang saat ini masih menempuh pendidikan di SMAN 1 Pilangkenceng.

Dalam keterangannya, Edy Sudarko menyatakan bahwa pencapaian kedua atlet  merupakan bukti nyata bahwa potensi generasi muda di wilayah pilangkenceng tidak dapat dipandang sebelah mata. Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pemuda-pemudi lain di wilayahnya.

“Kami atas nama pemerintah kecamatan dan seluruh warga pilangkenceng merasa sangat bangga. Perjuangan dan dedikasi mas Dinis dan mbak Cila di lapangan telah mengharumkan nama daerah kita. Ini adalah momentum besar bagi olahraga di kabupaten Madiun,” ujar Edy Sudarko, Jumat (6/11/2026).

Camat Edy Sudarko  juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sarana dan prasarana olahraga di tingkat desa agar muncul bibit-bibit atlet berprestasi baru di masa depan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa potensi olahraga di wilayah Kecamatan Pilangkenceng patut mendapatkan perhatian dan dukungan bersama.

Mochtar Ruzi Turut hadir di ruang Camat pilangkenceng sebagai pelatih (Coach) sekaligus pemilik Sasana Pangeran Timoer Indonesia. Dok:detikindo24.com)

Turut hadir di ruangan tersebut Muchtar Ruzi sebagai pelatih (Coach) sekaligus pemilik Sasana Pangeran Timoer Indonesia yang selama ini menggembleng atlet-atlet kabupaten madiun untuk di terjunkan di berbagai event olahraga tingkat,kabupaten,provinsi hingga nasional.

Muchtar mengaku bangga atas perjuangan seluruh atlet-atletnya yang telah bertanding dalam Popda Jatim 2026.

“Saya sangat merasa bangga atas prestasi anak-anak. Alhamdulillah, dari delapan atlet yang bertanding, kita bisa mempersembahkan lima medali untuk Kabupaten Madiun, yakni satu emas, satu perak, dan tiga perunggu,” ungkap Coach Muhtar.

Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Mochtar menegaskan, Dalam ajang kejuaraan POPDA 2026 (Pekan Olahraga Pelajar Daerah XV dan Peparpeda III) diselenggarakan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, beserta beberapa venue pendukung di wilayah lain, Kontingen Kabupaten Madiun Cabor Muaythai mengirim 8 atlet, 5 di antaranya berhasil meraih medali.

Ia menegaskan bahwa Prestasi atletnya selama ini bukan sekadar keberhasilan individu, melainkan kebanggaan bersama.

“Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa dengan pembinaan, kerja keras, dan dukungan berbagai pihak, atlet daerah kami mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat  provinsi Jawa Timur”, Pungkas Muchtar atau Kang Pecu yang akrab di panggil kesehariannya oleh anak asuhnya.

Berikut nama 5 atlet Muaythai Kab Madiun peraih medali di kejuaraan POPDA Jatim 2026.

1. Dinis Weya Medali emas, kelas 67 kilo gram putra.

2. Latysha axel lofa alfathira, Medali perak kelas 60 kilo Gram putri.

3. Irfan Febryansyah Medali Perunggu kelas 51 Kilo Gram putra

4.Radho lucky pradana, Medali perunggu kelas 54 Kilo Gram putra.

5.Jumison Kogoya medali perunggu 48 kilo Gram putra.

Sementara tiga atlet lainnya, Afdi dimas putera 45 kg putra dan Arga wijaya nur prameswara 43 kg

serta Fanessa juni ariyanti 43 kg putri gugur di babak penyisihan.

Penulis: Joko Susilo