Tulungagung,Detikindo24.com -Kecelakaan kerja menimpa Tiga orang pekerja bangunan di Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, 1 Tukang berinisial AM tewas dan 2 rekannya mengalami patah tulang pada Selasa (2/12/2025) pagi.
Ketiga korban diketahui sedang bekerja memasang plafon rumah milik warga setempat dengan ketinggian 5,2 meter. Mereka bekerja dengan menggunakan tangga (ondo istilah jawanya).
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB membuat warga panik dan langsung berinisiatif membawa korban menuju rumah sakit. Namun akibat luka pada kepala AM hingga membuat nyawanya tak dapat diselamatkan.
Sudah sekitar satu minggu korban dan dua rekannya bekerja mengerjakan proyek tersebut. Menurut saksi warga sekitar, Tangga (ondo) yang digunakan memang kurang memadai.
Kapolsek Boyolangu, AKP Puji Retno, membenarkan dengan hasil dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah konstruksi tangga penopang yang tidak kuat menahan beban tiga orang sekaligus.
“Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, tangga penopang ini jenis sederhana, bukan scaffolding. Beban tiga pekerja diatasnya membuat tangga tersebut patah. Ketinggian lokasi kerja mencapai 5,2 meter,” Jelas Kapolsek.
Sementara, sejumlah saksi serta pemilik rumah telah dimintai keterangan.
“Menurut keterangan saksi, ketiga korban masih dalam kondisi sadar. Namun dalam perjalanan menuju Rumah Sakit kondisinya AM menurun dan korban akhirnya meninggal dunia,” jelas AKP Puji Retno.
Lokasi kejadian langsung dipasang garis polisi (Police Line) Untuk memastikan dan memudahkan penyelidikan lebih lanjut faktor yang menyebabkan tragedi ini, termasuk kondisi peralatan kerja dan kemungkinan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja.
Atas kejadian tersebut, Kapolsek Boyolangu menghimbau dan mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan kerja, penggunaan alat keselamatan yang memadai dalam pekerjaan konstruksi “terutama pada pekerjaan yang mengharuskan pekerja berada di ketinggian,Jangan gunakan alat seadanya”. Pungkasnya…(Ft)






