Tulungagung,Detikindo24.com -Polemik dunia pendidikan kembali mencuat setelah unggahan video Cak Sholeh viral di media sosial. Dalam video tersebut, aktivis sosial pendidikan itu membeberkan kepala sekolah SMKN 1 Ponorogo resmi dicopot dari jabatannya usai dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolahnya.

Informasi dalam video itu menjadi pembicaraan hangat publik dan memicu diskusi yang meluas.

Ternyata Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bisa bergerak cepat mengambil tindakan tegas. Itu bukti bahwa pemerintah sebenarnya bisa bertindak jika mau

Lalu! Bisakah? gerak cepat ke sekolah yang lain fi jawa timur?

Cak Sholeh mengulas kembali bagaimana selama ini ia menangani berbagai laporan pungli yang dikirimkan masyarakat dari Surabaya, Lamongan, Kediri, hingga Ponorogo.

Ia juga menyinggung kasus yang pernah ramai di MAN 3 Kediri dan MTsN 9, yang usai viral akhirnya memunculkan koreksi kebijakan serta penghapusan sejumlah pungutan bermasalah.

Kini, perhatian publik Tulungagung ikut terseret. pungutan tidak hanya terjadi di Ponorogo, tapi di berbagai sekolah lain, termasuk di Tulungagung.

Dari kasus bullying di SMAN 1 Pakel dan dugaan pungli di SMAN 1 Kauman yang menunjukkan bahwa keresahan wali murid di Tulungagung masih nyata dan belum sepenuhnya terjawab dengan tegas.

Dijelaskan Cak Sholeh pola pungutan sering ia temukan dan dibungkus istilah infak, sumbangan sukarela, atau kesepakatan komite, namun terasa seperti kewajiban.

Menurutnya, sekolah negeri seharusnya gratis, dan biaya apa pun yang tidak benar-benar bersifat sukarela, adalah masuk kategori pelanggaran.

Satu poin terkuat dalam video viral itu adalah keluhan Cak Sholeh soal ketakutan wali murid untuk bersuara.

Banyak dari wali murid yang sebenarnya ingin melapor, Akan  tetapi takut anaknya mendapat perlakuan tidak menyenangkan di sekolah.

Ditegaskan berulang oleh cak sholeh, komitmennya untuk melindungi identitas pelapor secara penuh, dan nama bisa disamarkan, wajah bisa ditutup, dan identitas anak tidak akan pernah dibuka.

Bukan bermaksud memprovokasi, Tapi mengajak berani berbuat benar, dan mengajak masyarakat untuk tidak takut. “Kalau kalian takut, datang ke saya. Kita angkat sama-sama. Karena di Indonesia, kalau tidak viral, sering kali tidak ada keadilan,” ujarnya dalam video tersebut, kamis(4/12/2025).

Muncul pertanyaan besar dari publik Tulungagung pasca video itu viral: Apakah sekolah-sekolah negeri di Tulungagung benar-benar bersih dari pungli, atau hanya belum terbongkar saja?

Keluhan wali murid di Tulungagung terkait pungutan yang tidak jelas dasar hukumnya masih banyak terdengar mulai dari infak, kegiatan, hingga seragam dan administrasi. Meski beberapa isu pernah mencuat, seperti kasus Kauman dan Pakel, Tapi penanganannya tidak setegas langkah yang diambil oleh Dinas Pendidikan Jatim terhadap SMKN 1 Ponorogo.

Pencopotan kepsek Ponorogo yang menjadi bukti bahwa tindakan berani bisa dilakukan bila ada kemauan kuat.

Kini masyarakat Tulungagung bertanya,“Jika Ponorogo bisa mengambil langkah tegas, kapan Tulungagung menyusul?(Ft)