Kab Madiun,detikindo24.com -Terkait bantuan combien pada tahun 2023 yang harusnya di terima Kelompok Tani (Poktan) Tani Mulyo Desa Jatirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, H Gunawan selaku ketua menjelaskan saat itu ia sedang tidak berada di tempat yakni sedang menjalankan ibadah haji di tanah suci mekah.

Namun, pada awal tahun 2025, H Gunawan mengaku dirinya justru akan di serahi mesin combien yang sudah kondisi bekas. H Gunawan menolak dan melimpahkan ke pihak kelompok tani lain yang juga di desa jatirejo.

Selain karena kondisi combien yang tidak baru lagi, Penolakan yang dilakukan H Gunawan, Karena pihaknya tak sanggup mengelola. Selain karena tidak punya armada (truk pengangkut), H Gunawan juga merasa sudah banyak mengurus peralatan bantuan lainnya, seperti Empat traktor, sibel sawah yang selalu menyumbang PADes desa 800 ratus ribu setiap tahunnya, serta mengelola pupuk dan dana PUAP 100 juta yang sekarang telah berkembang menjadi 190 juta.

“Saya telpon PPL kecamatan wonoasri (bu titin) nama kelompok tani penerima bantuan combien itu namanya taruna tani”. jelas H Gunawan.

Namun di hari yang sama, ketua gapoktan Tani Mulyo (Abu Toyib) menyampaikan informasi yang berbeda, bahwa yang mengelola bantuan combien bukanlah kelompok tani Taruna tani seperti yang di sampaikan oleh H Gunawan.

“combien itu yang benar dikelola oleh kelompok tani mekar desa wonoasri, kalau sekarang pengen melihat ada di lapangan dekat wonoasri”. terang Abu Toyib

Atas penjelasan H Gunawan dan Abu Toyib, Di himbau kepada semua anggota kelompok tani mulyo khususnya, dan warga masyarakat jatirejo pada umumnya agar dapat di mengerti.

H Gunawan berharap dengan penjelasannya melalui media online ini, tidak ada lagi prasangka dan praduka bahwa pihaknya menerima dan mengelola bantuan combien tersebut.

Hingga berita ini di tayangkan, kelompok tani yang dimaksut telah menerima dan mengelola bantuan combien tersebut belum berhasil di mintai keterangan. (Joksil)