TULUNGAGUNG,detikindo24.com -Pengukuhan Ketua dan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tulungagung masa bakti 2025–2029 menjadi momentum penting dalam penegasan arah pembinaan olahraga berprestasi, Selasa (23/12/2025) malam, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam sambutannya menegaskan, prestasi olahraga tidak bisa dicapai dengan pola kerja biasa-biasa saja, Tetapi pengelolaan olahraga harus dilakukan secara profesional, akuntabel, terukur, dan berbasis sistem.

“Untuk menunjukkan prestasi yang tinggi, kita tidak bisa dikelola dengan cara biasa-biasa saja. Pengelolaan olahraga harus dilakukan dengan manajemen yang akuntabel, profesional, dan memiliki orientasi kewirausahaan,” tegas Gatut Sunu.

Lanjutnya, Pentingnya menghilangkan spekulasi dalam pembinaan olahraga. Seluruh proses, mulai dari pembinaan atlet hingga dukungan pemerintah daerah, harus berjalan objektif, merata, terukur, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk apresiasi nyata Pemerintah Kabupaten Tulungagung kepada Dua Atlit Sea games 2025 diberikan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 50 juta.

Dua atlet berprestasi asal Tulungagung yang sukses mengharumkan nama daerah di ajang SEA GAMES 2025, diantaranya, Binta Erlen Salsabela dan Muhammad Noval Ashidiq, yang berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu di tingkat Asia Tenggara.

“Kita kedatangan adik-adik yang telah menorehkan nama baik Tulungagung di kancah Asia Tenggara. Sebagai bentuk penghargaan, kita beri uang pembinaan masing-masing Rp 50 juta,” ujar Bupati Gatut Sunu.

Bupati berharap penghargaan tersebut dapat menjadi stimulus bagi atlet-atlet Tulungagung lainnya agar semakin termotivasi untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mendukung dunia olahraga juga tercermin dari kebijakan anggaran. Dana hibah KONI akan meningkat dari Rp 4,5 miliar menjadi Rp 5,5 miliar pada tahun 2026, dengan peluang kenaikan kembali pada tahun 2027.

“Jika pengurus KONI yang baru bisa dipercaya, laporan keuangannya baik dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mampu membawa Tulungagung masuk peringkat 10 besar, maka peluang penambahan anggaran masih sangat terbuka,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Tulungagung Agus Armada menegaskan bahwa anggaran KONI bukan sekadar angka, melainkan instrumen utama pembinaan olahraga prestasi yang membutuhkan proses panjang dan konsisten.

“Terkait alokasi dana anggaran KONI yang dapat dikelola pada tahun anggaran 2026, perlu kami tegaskan bahwa KONI adalah wadah organisasi olahraga prestasi. Juara tidak dilahirkan secara instan. Juara sejati harus melalui proses panjang dengan mental yang kuat, latihan keras, disiplin tinggi, serta ditunjang fasilitas yang memadai dan layak,” ujar Agus Armada, Rabu (24/12/2025).

Sebagai catatan evaluasi, pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025, Kabupaten Tulungagung masih berada di peringkat ke-24 dari 38 kabupaten/kota.

Capaian tersebut menjadi tantangan sekaligus pijakan awal bagi kepengurusan KONI yang baru untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
Dengan kepengurusan baru, peningkatan anggaran, komitmen pemerintah daerah, serta penegasan bahwa prestasi lahir dari proses panjang dan disiplin tinggi, Kabupaten Tulungagung optimistis mampu meningkatkan prestasi olahraga dan bersaing lebih kuat di tingkat regional, nasional, hingga internasional.(Ft)