Pawai Budaya Sobontoro 2025, Merajut Kebhinekaan untuk Persatuan Tulungagung
Tulungagung,detikindo24.com -Minggu (31/8/2025), Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, mendadak jadi panggung raksasa penuh warna. Ratusan warga tumpah ruah dalam pawai budaya memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Tema yang diusung, “Merajut Kebinekaan, Membangun Persatuan,” terasa hidup sepanjang rute pawai — start di barat perempatan Veteran dan finis di depan Kantor Desa Sobontoro.
Sembilan RW tampil membawa warna khas masing-masing. Ada yang menampilkan tarian daerah, kostum adat, hingga kreasi kekinian bernuansa merah putih. Penonton pun bersorak setiap rombongan lewat, menikmati semangat gotong royong yang terpancar dari setiap peserta.
Acara ini dimulai pukul 12.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 20.00 WIB. Delapan jam penuh semangat, hiburan, dan kebersamaan yang tetap tertib dari awal hingga akhir. “Alhamdulillah acara lancar dan kondusif,” kata Kepala Desa Sobontoro, H. Sodik Afandi, S.Sos, dengan wajah puas menyapa warganya di garis finis.
Makin spesial, Wakil Bupati Tulungagung H. Ahmad Bahrudin, S.M., ikut hadir menyapa warga di sepanjang rute. Hadir pula Camat Boyolangu, Kapolsek, Danramil, Anggota DPRD Tulungagung Mohammad Rifai, Kepala Desa Gedangsewu, Kepala Desa Molyoketen, serta para tokoh masyarakat, LPM, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, hingga panitia kegiatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ahmad Bahrudin menyampaikan pesan penting bagi masyarakat. “Mari kita bangun Kabupaten Tulungagung ini bersama-sama. Jangan mudah percaya dengan isu-isu yang tidak jelas, terutama di dunia maya seperti TikTok dan lain-lain, yang dapat memecah belah masyarakat Kabupaten Tulungagung. Hidup rukun, terus bergotong royong, dan jaga daerah kita agar tetap aman dan damai,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah warga.
Suasana hangat, aman, dan penuh semangat menjadikan pawai budaya ini bukan sekadar tradisi tahunan, tapi juga ruang silaturahmi yang mempererat hubungan warga desa, sekaligus bukti bahwa gotong royong dan cinta budaya masih jadi nafas masyarakat Sobontoro.(Ft)






