Tulungagung,Detikindo24.com -Program Makan Bergizi Gratis di PAUD/TK Plus Al-Ikhlas Pucung kidul, Boyolangu, Tulungagung bebani walimurid Rp 80 ribu jika wadah makan hilang dan rusak, Begitu juga jika timbul gangguan kesehatan alergi atau keracunan yang diakibatkan dari MBG.
Kebijakan yang terkesan adanya kongkalikong dan berpotensi timbulnya pungutan liar (Pungli) tersebut sangat hingga mendatangkan kontroversi berbagai pihak khususnya Walimurid dan masyarakat.
Begitu juga, LPK2HI ( Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia) menuntut agar Dinas Pendidikan segera responsif, terbuka, dan memastikan program sosial untuk anak-anak ini berjalan sesuai aturan, bukan menjadi ajang pungutan terselubung, kamis (13/11/2025).
“Program ini seharusnya mendukung gizi anak, bukan membebani orang tua dengan biaya tambahan. Dinas harus segera memberikan klarifikasi dan menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab. Ketidakjelasan ini merugikan publik dan menimbulkan kekecewaan sangat besar,terutama wali murid”. Ungkap Sugeng Sutrisno Ketua LPK2HI
Para wali murid bingung dan kecewa ,”Programnya katanya gratis, tapi kalau tempat makan rusak harus bayar. Anak kenek alergi atau keracunan malah tanggung jawab orang tua. Kalau dapurnya nggak tanggung jawab, piye iki? Rasanya nggak adil,” ujar salah satu wali murid
“Saya bingung, dari pihak sekolah sama MBG saling lempar tanggungjawab, Wali murid ya bingung, mestinya program begini menolong, bukan bikin repot,” tambah wali murid lainnya
Menanggapi perihal tersebut, Pipit Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung menyatakan ,“Akan saya sampaikan ke bidang TK ” Ungkapnya Saat dikonfirmasi awak media pada Senin (10/11/2025) di lantai 2 kantor Dinas Pendidikan.
Namun hingga berita ini ditayangkan, Gatot selaku PLT Kabid TK PAUD belum merespon. (Ft)






