KAB MADIUN,detikindo24.com – Informasi tentang keberadaan mobil siaga desa milik salah satu desa di kecamatan kebonsari, Kabupaten Madiun hingga kini masih misteri. Terkendala pada kelistrikan dan mobil masih ada di bengkel menunggu perbaikan.

Keterangan informasi lisan tersebut di sampaikan oleh beberapa nara sumber, Seperti Sekertaris Desa,Ketua BPD dan Salah satu sopir yang di datangi redaksi detikindo24.com dan Ketua LSM GMAS saat di mintai keterangan di hari yang sama di lokasi masing-masing.

“Karena hanya bersifat lisan, sehingga informasi tidak dapat di jadikan sebagai pedoman kebenaran secara akurat. Tidak di sebutkan nama bengkel, lokasi bengkel maupun bukti dokumentasi foto maupun video serta dokumen tertulis lainnya”, Ungkap Ahmat Saifudi (Mamad) Ketua LSM GMAS,Senin (21/9/2026)

Mamad berharap melalui Pemerintah kecamatan kebonsari segera melakukan upaya penyelamatan mobil siaga desa yang merupakan aset desa tersebut. Sehingga bukti akurat  keberadaan mobil siaga desa dapat segera di ketahui.

“Karena asas manfaat mobil siaga desa ini sangat besar manfaatnya untuk masyarakat desa”, Imbuh Mamad

“Menurut saya kejadian ini sangat janggal, Kalau benar masih di bengkel, kenapa? sampai tahunan gak jadi. ini sangat tidak transparan. saya harap  jangan sampai kejadian ini tidak terselesaikan”, Tambah Mamad

Menanggapi kejadian ini, Pemerintah kecamatan kebonsari menegaskan akan segera memanggil pihak-pihak terkait di pemerintahan desa tersebut untuk di mintai keterangan lebih lanjut.

“secepatnya akan kita panggil pihak pemerintahan desa untuk kita mintai keterangan lebih lanjut”, tegas Camat kebonsari Muklis Sarengat melalui kasi pemerintahan Utami, senin (21/9/2026).

Pada hari yang sama saat di ruang kerjanya, pejabat sekertaris desa setempat telah mengakui kebenarannya, bahwa sesuai data terlampir realisasi Dana Desa (DD) tahun 2024 Rp 202.522.000 dengan pos kegiatan Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan telah di gunakan untuk belanja mobil siaga desa .

Disebutkan oleh sekdes  Rp 170 an juta untuk pembelian 1 (satu) unit mobil siaga jenis sedan toyota avanza keluaran tahun 2018. sedangkan sisanya di gunakan untuk pembiayaan kegiatan donor darah.

“benar,jumlah itu di nomenklatur  kegiatan donor darah. kalau harga mobilnya 170 an juta saja “, jelas Sekdes desa setempat di ruang kerjanya.

“BPD juga sudah mengetahui hal ini, sudah di evaluasi”, imbuhnya

Ketua BPD desa setempat memang mengakui apa yang telah di sampaikan oleh Sekdes tersebut.

Hanya sebatas informasi pengakuan lisan “MOBIL MASIH ADA DI BENGKEL” tak ada bukti akurat yang dapat di jadikan pedoman tentang di mana sebenarnya mobil siaga desa itu sekarang berada?

“sama seperti yang di sampaikan kepada anda (Red -Redaksi dan LSM). padahal yang kita sampaikan ke desa adalah aspirasi masyarakat, pertanyaan masyarakat yang harus saya sampaikan ke desa”, terang Ketua BPD

Hingga berita ini di tayangkan, Kepala desa setempat belum bisa di mintai keterangan baik di kantor  maupun melalui telepon maupun via chating whatsapp miliknya. (Joksil

Ketua DPC Fast Respon Nusantara Counter POLRI Kab Madiun