Kab Madiun, Detikindo24.com -Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Madiun, Jawa Timur terus berkomitmen dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis Kelompok UPZ (Unit Pengumpul Zakat).

Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran dan sosialisasi program Pendampingan BAZNAS Micro finance UMK yang diselenggarakan di Rumah ketua Upz di masing-masing kelompok dengan jumlah 10 orang pelaku usaha mikro. Minggu (30/8/2026).

Berikut nama Kelompok UPZ UMK di Kab Madiun yang sudah terbentuk:

1. Kelompok UPZ Paguyuban Bersahaja Pedagang dan Parkir Barat Alun-Alun Caruban yang di ketuai Agus Hariyanto alias Dekik.

2. Kelompok UPZ Wonoasri Berkah desa wonoasri yang di ketuai oleh Wahyuni

3. Kelompok UPZ Mawar merah desa Bajulan yang di ketuai oleh Sulis Susilowati

4. Kelompok UPZ Bina Usaha Desa Sukorejo yang di ketuai oleh Sudariyono

5. Kelompok UPZ Juron Sejahtera desa pucangrejo yang di ketuai oleh Hanafi

6. Kelompok UPZ Djampi Makmur Bersama yang di ketuai oleh Tutik

Program BAZNAS Micro finance UMK sendiri adalah merupakan inisiatif pembiayaan produktif tanpa bunga (pembiayaan qardhul hasan) yang ditujukan khusus bagi para pelaku usaha mikro di sekitar lingkungan desa.

Tujuannya adalah untuk menyelamatkan pelaku usaha kecil dari jeratan rentenir sekaligus menjadikan rumah UPZ sebagai pusat kebangkitan ekonomi umat.

“Rumah ketua atau pengurus UPZ tidak hanya sekedar berfungsi sebagai tempat berkumpul saja, tetapi juga harus menjadi pilar kesejahteraan ekonomi anggotanya. Melalui BAZNAS Micro finance UMK, kami hadir memberikan akses permodalan yang mudah, berkah, dan tanpa beban bunga bagi para pedagang kecil dan pelaku UMKM di desa- desa.” ujar Andre Usami selaku ketua tim media center Baznas Kab Madiun dalam sambutannya.

Selain mendapatkan bantuan modal usaha, para mustahik (penerima manfaat) di beberapa desa di kab madiun juga akan mendapatkan pendampingan usaha secara berkala.

“Pendampingan ini meliputi pelatihan manajemen keuangan syariah, strategi pemasaran, hingga penguatan spiritualitas dalam berbisnis”. Imbuh Joko Susilo selaku wakil ketua MCB Kab Madiun.

Ketua UPZ dan para anggota DKM menyambut baik dan mengapresiasi langkah nyata BAZNAS Kabupaten Madiun ini.

“Kami sangat bersyukur Kami dan teman-teman se profesi terpilih menjadi mitra program ini. Kehadiran BAZNAS Micro finance sangat membantu kami yang sedang berjuang mengembangkan usaha kecilnya. Ini adalah langkah nyata memakmurkan dan mensejahterakan yang kami nanti-nantikan,”Tutur Supariyono Ketua Kelompok UPZ Bina Usaha Desa Sukorejo,Kecamatan Saradan.

Pada tahap awal di Rumah Para pengurus Kelompok UPZ ini, BAZNAS menyalurkan bantuan modal usaha kepada 10 pelaku usaha mikro setempat yang telah melalui proses kurasi. Usaha mereka bergerak di berbagai sektor, mulai dari pedagang kuliner kaki lima, kelontong, hingga jasa berskala rumahan.

Dengan sinergi nya antara BAZNAS Kab Madiun bersama Para Kelompok UPZ dan pemerintah daerah, program ini diharapkan dapat menjadi percontohan (pilot project) gerakan ekonomi syariah berbasis UPZ yang berkelanjutan di wilayah Kab Madiun.

Penulis: Joko Susilo

DPC Fast Respon Counter Polri Kab Madiun (Joko Susilo)