Pajajur Rahman Nasution Aktivis Mandailing Natal (Madina).

MADINA,Detikindo24.com — Aktivis Mandailing Natal (Madina) Pajarur Rahman Nasution menyoroti serius kedatangan Polisi Tim Mabes Polri yang turun langsung ke wilayah Batang Natal untuk melakukan penertiban aktivitas Pertambangan Emas Ilegal (PETI).

Menurutnya, Kehadiran tim pusat ini dinilai menjadi bukti bahwa kinerja penanganan PETI oleh Jajaran kepolisian Polres Madina selama ini tidak berjalan efektif.

Selain itu, langkah Mabes Polri ini sebagai bentuk intervensi yang menunjukkan lemahnya tindakan aparat setempat dalam menekan praktik pertambangan ilegal di bantaran sungai dengan menggunakan Excavator yang sudah merusak lingkungan, mencemari aliran sungai, dan meresahkan masyarakat.

Pajajur pun mendesak agar Tim Mabes Polri segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penegakan hukum terkait PETI di wilayah Polres Madina, Transparansi proses hukum bagi pihak-pihak yang diperiksa, tanpa tebang pilih, Serta Penindakan berkelanjutan, bukan sekadar operasi sesaat yang mudah bocor ke pelaku.

Menurut sumber terpercaya di lapangan, Turunnya Tim Mabes Polri telah berhasil menemukan dua unit alat berat di lokasi yang selama ini diduga sebagai area aktivitas PETI. Namun temuan itu memunculkan sejumlah kejanggalan.

“Dua alat berat yang kemudian telah diamankan itu dalam keadaan tidak sedang beroperasi, Mesin mati dan tidak ada aktivitas apa pun di lokasi. Padahal lokasi tersebut dikenal selama ini sebagai titik aktivitas PETI aktif,” ujar Pajar Aktivis Madina tersebut.

Diduga kuat bahwa informasi operasi penertiban oleh Tim Mabes Polri telah bocor sebelum tim tiba di lokasi.

“Saya menduga informasi penertiban ini sudah bocor ke penambang itu,” tambahnya

Selain mengamankan alat berat, Tim Mabes Polri juga memanggil dua orang terduga bos tambang emas ilegal, masing-masing berinisial S dan R, untuk menghadap ke Markas Polsek Batang Natal guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Aktivis menegaskan isu PETI di Kecamatan Batang Natal, Lingga Bayu Dan Muara Batang Gadis sudah berada pada titik darurat, dan hanya tindakan serius dan terukur, serta bebas intervensi yang dapat menghentikan kerusakan lingkungan yang semakin meluas. (S.N)