TULUNGAGUNG,Detikindo24.com-Puncak peringatan Hari Jadi ke 820 Kabupaten Tulungagung terlihat semakin sakral saat dimana Bupati Gatut Sunu Wibowo di hadapan ribuan masa menerima Pataka Lambang Daerah dari Ketua DPRD Tulungagung Marsono yang sekaligus menyaksikan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan persatuan pemerintah daerah di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (18/11/2025).
Sebelumnya, Pataka Lambang Daerah telah dikirab mengelilingi wilayah 19 kecamatan, dan tiba di pendopo dengan pengawalan pasukan adat dan musik tradisional.
Penyerahan Pataka Lambang Daerah ini menjadi simbol penting legitimasi kepemimpinan dan tanggung jawab Bupati. Tampak Marsono menyerahkan dengan sikap khidmat, dan Bupati menerima dengan penuh hormat serta mengangkat Pataka sebagai tanda kesiapan melanjutkan amanah memimpin daerah.
“Pataka Lambang Daerah adalah simbol tanggung jawab dan kehormatan. Dengan menyerahkannya kepada Bupati, DPRD menegaskan sinergi dan dukungan legislatif terhadap jalannya pemerintahan Tulungagung,” ujar Marsono.
Prosesi ini menjadi momen sakral yang menegaskan peran DPRD sebagai mitra strategis eksekutif dalam pembangunan daerah serta pelestarian nilai budaya. Setelah
wilujengan dan doa keselamatan. Puncak dari prosesi adat adalah pemotongan tumpeng oleh Bupati Tulungagung yang diserahkan kepada Wakil Bupati Ahmad Baharudin dan Ketua DPRD Marsono.
“Prosesi tumpeng ini bukan sekadar tradisi, tetapi wujud nyata doa, harapan, dan rasa syukur kita semua. Semoga sinergi antara pemerintah dan DPRD terus memperkuat kemajuan Tulungagung,” ujar Bupati.
Penyerahan Pataka oleh Ketua DPRD dan pemotongan tumpeng oleh Bupati menegaskan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.
Dua prosesi, Penyerahan Pataka dan potong Tumpeng jadi pengingat, bahwa kemajuan Tulungagung hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen daerah, antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat.
Marsono menekankan bahwa peran DPRD bukan hanya legislasi, tetapi juga menjaga keseimbangan dan kelancaran pemerintahan daerah.
“Kami menyerahkan Pataka sebagai simbol dukungan penuh DPRD terhadap Bupati dan Wakil Bupati. Bersama-sama, kita terus mendorong Tulungagung lebih maju dan berbudaya,” ujarnya.
Usai prosesi resmi, warga menyaksikan keluarnya Buceng Lanang dan Buceng Wadon dari pendopo. Rebutan makanan dari tumpeng adat ini selalu menjadi tradisi yang dinanti masyarakat, dan diyakini membawa keberkahan dan kemakmuran. (Ft)





