Kab Madiun, Detikindo24.com -Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak melantik pengurus Karang Taruna Kabupaten Madiun masa bakti 2025-2030 dengan susunan kepengurusan sebagai berikut: Ketua dijabat oleh Bayu Aji Prawito. Wakil Ketua I Heru Joko Suwarno. Wakil Ketua II Kusnul Hadianto. Dan dibantu oleh sekretaris, bendahara dan beberapa Seksi dan bidang lainnya.
Turut hadir dan menyaksikan giat pelantikan di Pendopo Muda graha, diantaranya, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kab. Madiun Supriyadi, AP, M.Si, Kadin Perindagkop dan Usaha Mikro, Indra Setyawan, SE, M.Si dan para camat se Kabupaten Madiun.
Ditemui wartawan usai acara, Bupati Madiun berpesan 3 hal, agar dipedomani oleh para anak-anak muda.
Pertama, Agar para pemuda bersinergi dengan Pemkab Madiun, sehingga Karang Taruna yang baru dilantik hari ini satu nafas dengan pemerintah daerah.
“Harapan kami, program Karang Taruna harus selaras dan sesuai dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Madiun Bersih, Sehat dan Bersahaja (BERSAHAJA) ,” ungkap Bupati Madiun yang akrab disapa Mas Hari Wur.
Kedua dan ketiga adalah Berinovasi dan Berintegritas, sehingga anak-anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna ini terus meningkatkan keterampilan, memanfaatkan teknologi untuk efektivitas program dan kembangkan solusi kreatif untuk membantu Pemkab Madiun, seperti mengatasi masalah sosial.
Bupati menginginkan Karang Taruna ikut mensuport setiap program Pemerintah Kabupaten Madiun. Seperti membantu bagaimana desil (kelompok yang paling berpeluang menerima seluruh jenis Bansos) 1 sampai 4 bisa tepat sasaran. Bagaimana pembagian bansos dalam rangka mengatasi masalah sosial khususnya kemiskinan.
“Jadi yang mendapat bansos ini benar-benar masyarakat miskin, supaya mereka segera terangkat menjadi mampu. Outputnya agar masyarakat Kabupaten Madiun sejahtera,” tandasnya.
Disinggung mengenai DTSEN, (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional), Bupati Madiun, sangat berharap Karang Taruna yang notabene digawangi anak-anak muda bisa membantu memahami program tersebut.
“Misalnya, kalau ada masyarakat menerima BLT padahal secara ekonomi mereka mampu, hal itu akan kita tinjau ulang bersama-sama, supaya nanti tidak ada istilah suka atau tidak suka, karena secara ekonomi harusnya mereka sudah naik,” Pungkas Bupati Madiun (Ronny)






