Tulungagung,Detikindo24.com -Dampak Longsor akibat pembangunan JLS (Jalur Lintas Selatan ) oleh PT HK Gala yang telah merusak sumber air utama desa, merusak akses jalan jadi sulit, dan batu berukuran besar yang hampir menimpa rumah penduduk warga Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggung Gunung, Kabupaten Tulungagung kembali menjadi sorortan massa Pergerakan Tulungagung 212.
Sudah lebih dari empat bulan, warga Desa Ngrejo merasakan dampak kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan tanpa ada langkah nyata dari pihak perusahaan.
Untuk merekam kondisi kerusakan dan memviralkan sebagai bentuk desakan publik, beberapa hari sebelumnya massa Tulungagung 212 Korwil Selatan memimpin aksi awal dengan menggerakkan sekitar 150 warga Desa Ngrejo.
Tulungagung 212 menyebut persoalan ini sebagai bentuk kelalaian serius PT HK Gala yang sejak awal pekerjaan dimulai tidak pernah ada surat pemberitahuan atau koordinasi resmi ke pihak Desa Ngrejo.
Tokoh 212 Korwil Selatan, Roni, menegaskan bahwa dampak dari proyek ini bukan lagi sekadar gangguan, tetapi ancaman keselamatan yang serius bagi warga Desa Ngrejo.
“Ini bukan kerusakan ringan. Warga kehilangan sumber air, jalan rusak, dan batu besar hampir menimpa rumah. PT HK Gala harus bertanggung jawab, bukan memberi janji,” ujar Roni tegas.
Aksi Tulungagung 212 yang pertama menjadi alarm keras bahwa kesabaran warga sudah mencapai batasnya karena tak ada respon dari PT HK Gala.
Untuk itu, pada 2 Desember 2025 nanti, massa Tulungagung 212 menyatakan siap memimpin aksi besar-besaran bersama kisaran massa 2.000 orang.
Aksi ini menjadi ultimatum langsung kepada PT HK Gala agar menangani dampak kerusakan sebelum masa pekerjaan di JLS berakhir.
Ketua Tulungagung 212, Mas Dana dengan tegas organisasinya akan mengawal penuh persoalan ini dengan tuntutan keras, berkoordinasi dengan seluruh pihak, dan memastikan aksi tetap damai.
“212 akan mengawal sampai selesai. Ini murni aspirasi rakyat, dan aksi harus berjalan damai tanpa pihak tak bertanggung jawab yang menunggangi,” tegas Mas Dana, Minggu(30/11/2025).
Dana memastikan, Tulungagung 212 hadir untuk memberi warga ruang aspirasi dan akses informasi, agar masyarakat dapat menyuarakan masalah publik secara terbuka dan terarah.
Ia menilai kerusakan lingkungan merupakan ancaman keselamatan yang telah lama dibiarkan tanpa solusi. jika perusahaan tidak bergerak cepat, maka gerakan masyarakat akan terus membesar.
Peran 212 kini semakin kuat sebagai garda depan warga Ngrejo dalam menekan PT HK Gala untuk bertanggung jawab.
Aksi besar 2.000 massa pada 2 Desember disebut sebagai peringatan terakhir bagi pihak perusahaan.(Ft)






