Madiun,Detikindo24.com -SMKN 2 Kota Madiun Alokasikan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ratusan juta pertahun untuk pengembangan perpustakaan dan/atau Pojok Baca, dan selalu Nol rupiah untuk Kegiatan multi media.

Perihal tersebut dibenarkan oleh Humas SMAN 2 Kota Madiun Royani Lisdiana. Dengan sangat gamblang Dia menjelaskan kepada para wartawan saat di temui diruang tamu sekolah, Kamis 11 September 2025 Pukul 14.33.59 Wib.

Pembiayaan kegiatan Multi Media pihak sekolah tidak menggunakan dana BOS, melainkan menggunakan dana BOPP. “terkait itu ada dua anggaran BOPP dan Dana BOS, dan itu tidak boleh dobel anggaran, yang jelas seperti itu. untuk multi media bisa dilihat sendiri kan, ada ini didepan ada tulisan bidang-bidang kalau malam kan sudah kelap kelip, itu kan sudah multi media. ada tulisan selamat datang, terus dikelas semua  ada wifi nya,laporannya juga dari dana BOPP, dan diruang guru ada ruang rapat,lcd lcd juga sudah ada, di aula juga sudah ada” Terang Royani

Mengenai prestasi, SMKN 2 Kota Madiun telah mendapat penghargaan bidang Sarpras (Sarana dan Prasarana). Kalaupun ada laporan pihak sekolah tidak perhatian tentang sarpras itu menurutnya salah besar.

Adapun Ratusan juta untuk Pengembangan perpustakaan dan/atau Pojok Baca setiap tahunnya, antara lain untuk membeli berbagai jenis buku sesuai kurikulum yang semuanya untuk dibagikan kepada semua siswa dari kelas XI hingga kelas XI.

“Untuk membeli buku siswa, itu bukunya bermacam-macam, buku ilmiah,buku pengetahuan, buku umum dan buku hobi dan seterusnya.dan di sana ada porsinya, di juknisnya sekian persen itu ada. dan laporannya juga ada” Terang Royani Lisdiana

Royani menambahkan, pentingnya keberadaan perpustakaan turut menunjang prestasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. “sangat penting. Karena dengan adanya buku yang dipinjamkan ke siswa sangat penting untuk pembelajaran” Ungkapnya

Mengaku gratis tak ada pungutan dari pihak sekolah kepada siswa, Namun Rayani tidak memungkiri masih ada tarikan dana oleh Komite.

“kita gratis tidak ada pembayaran, kecuali komite itu ada dana shering”. jelas royani

Namun usai begitu lancar dan gamblangnya Royani menerangkan semua itu,Namun Kenapa? Dengan berbagai narasi, para Wartawan tetap dilarang untuk melihat kondisi gedung perpustakaan. Alasan royani karena perpustakaan bukan milik umum,melainkan milik sekolah. sehingga harus ada ijin, 

“mohon maaf itu kemarin masih di tata-tata,semua itu berjalan kan harus ada dana, angkat angkat itu kan orsosing harus dihitung dan itu ada tambahan karena gaji mereka kecil. jadi saat ini saya tidak bisa mengijinkan,nanti saja kalau sudah ditata dan seijin kepala sekolah” Pungkasnya

Diantara Fungsi Perpustakaan Bagi siswa, diharapkan benar-benar dapat berfungsi sebagai sumber belajar. Perpustakaan sekolah pada hakikatnya diadakan untuk memupuk dan menumbuhkembangkan minat serta bakat siswa dan guru untuk membaca dan menulis, memperkenalkan teknologi informasi, dan membiasakan mengakses informasi secara mandiri.