Tulungagung,Detikindo24.com -Kamis, 25 September 2025 Jagat politik Jawa Timur kembali memanas. Sebuah video beredar luas di platform Tik Tok yang menampilkan H. Abdul Malik, SH, MH, Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Timur menyampaikan kritik pedas kepada Bupati Tulungagung.

Dalam pernyataannya, Abdul Malik menuding bupati bersikap arogan yang telah menyingkirkan peran  wakil bupati. Menurutnya, tindakan itu tidak hanya melanggar etika politik, tetapi juga mengkhianati amanah rakyat.

“Bupati dan wakil bupati itu dipilih rakyat satu paket. Wakil itu bukan ban serep, bukan pajangan. Kalau dibagi tugas, kerja jadi ringan. Kalau bupati jalan sendiri, itu arogan, naif, bahkan bisa disebut kurang ajar,” tegas Abdul Malik dalam potongan video yang viral di TikTok.

Ironi Politik: Tidak Diusung Partai, Wakil Ditinggalkan, Abdul Malik menyinggung ironi politik yang terjadi di Tulungagung maupun Sidoarjo.

“Di Tulungagung, bupati berasal dari PDIP, tapi tidak diusung PDIP. Di Sidoarjo, bupati dari PKB, juga tidak diusung PKB. Begitu menang, wakilnya ditinggalkan. Politik macam apa ini? Ini logika politik yang sudah rusak,” ujarnya lantang.

Dalam video itu, Abdul Malik mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) segera bertindak tegas. Ia menekankan perlunya pembagian tugas resmi (job description) agar wakil bupati tidak hanya jadi “boneka”.

Selain itu, KPK juga diminta turun tangan mengawasi jalannya pemerintahan di Tulungagung maupun Sidoarjo.

“Kalau bupati main sendiri, pasti ada kepentingan gelap. Bisa janji politik, bisa faktor eksternal. KPK jangan tinggal diam,” tegasnya.

Video TikTok yang menampilkan pernyataan Abdul Malik kini ramai diperbincangkan dan menjadi peringatan keras bagi kepala daerah. Pesan yang ditegaskan: bupati bukan raja, dan wakil bupati bukan ban serep. Sinergi wajib dijaga, jika tidak, konflik politik dan penyalahgunaan wewenang hanya tinggal menunggu waktu.(Ft)