NGAWI,detikndo24.com – Kreativitas bertani tanpa batas ditunjukkan oleh Kelompok Tani Sri Asih, Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.
Selaku pengelola, Sukatman telah berhasil menciptakan inovasi pertanian perkotaan (urban farming) yang unik dan ramah lingkungan, yakni menanam padi dengan memanfaatkan media galon bekas Le Minerale.
Selain memanfaatkan limbah plastik, sistem budidaya yang diterapkan oleh Sukatman juga sepenuhnya berbasis ramah lingkungan.
Dengan menggunakan nutrisi pupuk organik, Sukatman mampu menghasilkan tanaman yang tumbuh subur sekaligus aman untuk dikonsumsi.
Rencana Ekspansi 500 Media Pot.
Mengawali keberhasilan ini, Sukatman bersama Kelompok Tani Sri Asih tidak ingin berhenti. Mereka memiliki rencana dalam skala besar yang lebih luas lagi, mengembangkan metode ini dengan target 500 media pot dan galon bekas.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pemanfaatan lahan sempit di pekarangan rumah warga, sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga secara mandiri.
“Kami melihat potensi besar dari pemanfaatan limbah ini. Selain mengurangi sampah plastik, metode ini membuktikan bahwa menanam padi tidak harus selalu di sawah yang luas. Pekarangan rumah pun bisa jadi produktif,” ujar Sukatman.

Sukatman berharap inovasi lokal ini mendapat dukungan dan perhatian serta bantuan stimulan dari Dinas Pertanian Ngawi.
Kendati semangat kelompok tani begitu tinggi, langkah besar ini menghadapi tantangan keterbatasan material media tanam. Untuk mewujudkan target 500 pot tersebut, Kelompok Tani Sri Asih sangat membutuhkan bantuan penyediaan pot fisik maupun pasokan galon bekas.
“Kami sangat berharap adanya dukungan dan sinergi dari Dinas Pertanian Ngawi, baik dalam bentuk bantuan pot, galon bekas, maupun pendampingan teknis. Dengan adanya bantuan tersebut, kami optimis gerakan menanam padi di media pot ini bisa sukses dan menginspirasi petani-petani lain di Ngawi,” pungkas Pak Sukatman penuh harap….(Rendy)





