Nganjuk,Detikindo24.com -Ibadah puasa memiliki multi makna yang terkandung di dalamnya. Tidak ada salahnya jika kita sedikit merenungi dimensi beragam yang terkandung dalam ibadah yang konon hanya dikhususkan untuk umat Nabi Muhammad Saw ini. Sedemikian tinggi nilai dan martabat puasa Ramadhan ini, sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang berpeluang mendulang kebaikan di dalamnya.”demikian kutipan khotbah Jumat di Masjid Syukron Abduloh bukur Patianrowo yang di bawakan oleh Ustad Ahmad Rofiq SH MH,Jumat (06/03/2026)

Waktu pelaksanaan puasa berlangsung sebulan penuh, artinya detik demi detik, menit-demi-menit, jam-demi-jam, hari-demi-hari hingga sebulan penuh, kesempatan emas ini datang kepada orang-orang yang diseru oleh Tuhan sebagai Mukminin. Seruan ini berisikan perintah untuk berpuasa selama sebulan penuh. Perintah yang datang dari Tuhan Yang Maha Bijak dan Maha Hakim.’lanjutnya

Dalam tarekat, puasa adalah upaya mengendalikan diri kita secara lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah, kita kita mengendalikan diri dengan mempuasakan seluruh panca indera kita. Dalam ilmu kebatinan , kita harus melakukan semedi, kita harus menutup tujuh pintu masuknya setan. Dengan cara itu, kita dapat masuk ke dalam alam kesucian

Puasa Membersihkan jiwa

Telah banyak riset dan penelitian yang dilakukan ihwal manfaat puasa bagi manusia. Setiap amal-ibadah di samping ia bermuatan eksoterik (ritual), ia juga sarat dengan muatan esoterik (spritual). Baik dari dimensi spiritualnya maupun materialnya. Berpuasa dengan memperhatikan adab-adabnya dan menjalankan yang disunahkan, dapat berdaya-guna secara spritual, sosial, moral dan medikal.

Dari segi moral puasa begitu mendominasi. Puasa dalam wujud manusia memiliki beragam dimensi dan dampak yang begitu banyak, baik dari sisi materi maupun maknawi (spiritual), dan yang paling penting dari semua dimensi yang ada adalah dimensi moral dan pendidikannya.

Diakhir khutbah Jum’at nya ustadz Ahmad Rofiq menyesalkan sikap pemerintah Indonesia yang sampai saat ini belum mengucapkan bela sungkawa atas gugurnya Syuhada Ayatullah Ali khameni .”harusnya sebagai pemimpin negara umat Islam terbesar di dunia presiden Prabowo turut prihatin dan sampaikan rasa duka yang mendalam”.tandas ustadz Ahmad Rofiq.

 

Penulis : Muhammad Al Fateh