TULUNGAGUNG,Detikindo24.com-Mengaku 37 tahun mengabdi jadi guru, Namun hingga sekarang  belum juga mendapat pengakuan pemerintah, Jangankan status ASN, PPPK pun tidak. Itulah video yang direkam pada Rabu, 26 November 2025 viral di berbagai platform media sosial baru-baru ini.

“Saya sudah 37 tahun mengabdi Pak. Kami hanya ingin kepastian. Banyak teman-teman kami yang sudah sepuh, tetapi nasibnya masih menggantung,” ucap guru perempuan dalam video tersebut.

Satu hal yang wajib Bupati tahu, mereka tidak menginginkan janji, Tetapi mereka menuntut status yang pasti.

Laki-laki dalam video yang adalah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo hanya berjanji mengajak mereka duduk bersama untuk diskusi.

Bupati malah membeberkan bahwa dirinya berasal dari keluarga guru “Bapak saya guru, mertua saya guru, dan banyak saudara saya yang menjadi pengajar, bahkan guru besar,” ungkapnya

Tapi kenapa? seorang bupati yang tumbuh di lingkungan guru mestinya lebih peka dan responsif terhadap nasib guru honorernya dan tidak membiarkan menunggu kepastian nasibnya. Publik juga menilai persoalan guru honorer di tulungagung adalah masalah kronis yang seakan dibiarkan berlarut tanpa penyelesaian oleh pemerintah Tulungagung.

Guru honorer gaji rendah, beban kerja yang berat, dan minimnya perlindungan karier rupanya belum mampu membuka mata para petinggi pemerintah Tulungagung.

Program PPPK yang diharapkan menjadi solusi berjalan tersendat. Kuota terbatas, proses yang rumit, serta ketidaksinkronan kebijakan pusat dan daerah semakin menambah panjang kerumitan persoalan ini. (Ft)