TULUNGAGUNG,Detikindo24.com -Peringatan HUT Ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional 2025, Dengan penuh rasa haru, Dra. Hj. Endang Dwi Retnowati Gatut Sunu Wibowo mendapat anugerah dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Kabupaten Tulungagung oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Dr. Dra. Hj. Dwi Retnani Sinarwati, M.Si.
Ribuan guru dari seluruh penjuru Tulungagung hadir tumplek blek menyatukan semangat yang sama: merayakan pengabdian, memperkokoh solidaritas, dan menyuarakan harapan.
“Saya bukan hanya istri kepala daerah. Saya terlahir dari keluarga guru dan sudah mengabdi 30 tahun. Saya bagian dari panjenengan semua,” tuturnya,Rabu(26/11/2025).
Ia menambahkan bahwa usia 80 tahun bagi PGRI adalah simbol keteguhan dan perjuangan panjang para guru dalam membangun generasi bangsa.
Dengan tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”, acara ini tak sekadar seremonial. Ada pesan, harapan, dan suara-suara yang ingin diperjuangkan.
Persoalan yang dirasakan para guru di Tulungagung, disampaikan Muhadi dalam Tiga poin utama.
1. Nasib GTT–PTT yang Menunggu Kepastian P3K yang bertahun-tahun menunggu kejelasan status kepegawaian.
2. Kekosongan Jabatan Kepala Sekolah sebanyak 120 belum memiliki kepala sekolah definitif.
3. Kenaikan Pangkat Guru yang Lama, harus menunggu hingga 6–7 tahun.
“Mohon Pak Bupati bisa memberikan kepastian bagi saudara-saudara kami yang menunggu P3K paruh waktu. Berharap januari 2026 sudah bisa terisi, Karena merangkap satu rumah saja berat, apalagi dua sampai tiga sekolah. Dan agar proses kenaikan pangkat bisa kembali normal, tanpa harus menunggu hingga 6–7 tahun” Ungkap Muhadi
Hari Guru Nasional tidak bisa dilepaskan dari lahirnya PGRI. Mengutip Keppres Nomor 78 Tahun 1994 yang menetapkan 25 November sebagai HUT PGRI sekaligus Hari Guru Nasional.
“Ada sinyalemen upaya memisahkan dua momen ini. Padahal sejarahnya sangat jelas,” ujarnya.
Bupati H. Gatut Sunu Wibowo menekankan pentingnya peran PGRI sebagai organisasi modern, lincah, dan proaktif.
“PGRI harus terus memperjuangkan martabat guru sekaligus menjaga etika profesi,” katanya.
Ia optimistis visi “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas” akan benar-benar terwujud di Tulungagung.
“Kalau guru hebat, Indonesia pasti kuat. Saya percaya itu,” Pungkasnya. (Ft)






