Anak Didik dan Warga Menjerit Akibat Dampak Galian C di Kab Nganjuk, Ketua LSM MAPAK : Pemda di Nilai Lemah
Nganjuk, Detikindo24.com – Akibat suara bising dan getaran keras dari aktivitas alat berat yang melakukan penambangan diarea lokasi lembaga pendidikan SMPN 2 Loceret, Kab. Nganjuk, dirasakan sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Dari hari kehari, bulan dan tahun, bukannya masalah mereda, Namun dampaknya dirasakan semakin memburuk. Karena Susana tidak kondusif, hingga anak didik dan guru kesulitan berkonsentrasi waktu jam belajar mengajar.
Selain anak didik dan guru, jeritan juga sampaikan oleh warga masyarakat wilayah setempat. Pasalnya lalu lalang kegiatan rutinitas armada truk pengangkut hasil tambang mengakibatkan timbulnya polusi udara, debu berterbangan hingga ke rumah-rumah warga.
Mereka mengungkapkan, meskipun mereka telah mencoba berbagai cara, namun tetap sulit untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Pun polusi udara tetap juga terjadi. Lebih-lebih saat panas tak ada hujan.
Humas SMPN 2 Loceret Sugiyono menyatakan khawatir terhadap dampak negatif yang mungkin dialami oleh anak-anak mereka akibat gangguan suara bising ini terhadap proses belajar mereka.
Aktivitas kendaraan besar pengangkut material yang melebihi tonase,juga dikhawatirkan semakin menambah kerusakan jalan yang berbatu dan berdebu ,“Apalagi kalau musim kemarau debu sangat mengganggu, bahkan debunya juga masuk ke dalam ruang belajar,” Ungkap Sugiyono
Bukan hanya baru-baru ini saja, Namun kondisi begini sudah berlangsung cukup lama, bahkan satu tahun lalu sebelum penambangan beroperasi.
Selaku pihak sekolah, dalam hal ini sudah sering menyampaikan keberatan. Bahkan belum lama ini, pihak sekolah sudag melayangkan surat keberatan kepada pihak Pemerintahan Desa maupun dinas, tetapi belum juga ada tanggapan.
“Respon dan perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk yang ditunggu. Karena pihak sekolah sangat khawatir akan kesehatan siswa siswinya ke depan,” imbuh Sugiyono.
Pun hal sama juga di sampaikan M.Ezra (40 tahun) warga sekitar ,”sejak ada aktivitas galian C ,hidup saya tersiksa, rumah selalu penuh dengan debu yang beterbangan akibat truk bermuatan tanah, makanya saya jadi tidak betah dirumah “. keluhnya pada rabu (18/02/24).
Menanggapi peristiwa tersebut, Subani selaku Kepala dinas Lingkungan hidup kabupaten Nganjuk akan melakukan peninjauan dilokasi “kami dan tim LH besok akan langsung ke lokasi penambangan untuk melihat dengan seksama peristiwa tersebut,nanti hasil dari cek lapangan baru saya sampaikan langkah yang akan di ambil”. Kata Sanusi seperti di kutip Jatim hari ini .co.id
Sementara, Supriono koordinator Masyarakat anti korupsi (MAPAK) menanggapi, Tindakan Dinas Lingkungan Hidup di nilai lamban.
“Peristiwa ini sudah berjalan bertahun – tahun, kok baru akan menanggapi setelah cek lapangan,selama ini kemana aja,?” ini masyarakat sudah menjerit”. Cetus Supriono.
Tidak hanya DLH, bagi Supriyono, Pemerintah Daerah Nganjuk tak berdaya menertibkan Galian C di Wilayahnya.
Menurutnya, sudah dua kali Supriyono Hearing di DPRD Nganjuk, semua yang kompetensi yang ada dengan Penambangan Galian C sudah ia pertemukan.
Diantaranya : Dinas Perijinan Propinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Nganjuk, Kepala Sat Pol PP, Dinas Lingkungan Hidup , Bappenda , Polres Nganjuk, PUPR, Dinas Perhubungan, Komisi 1 dan 3 DPRD , Pengusaha Tambang dan Pengusaha Armada.
Dan saat itu, lanjut Supriyono, hasilnya adalah Sepakat, semua wajib mematuhi aturan Perda No 8 tahun 2010 Tentang Pajak Galian C, Namun ternyata apa , sampai sekarang banyak Pengusaha Tambang yang belum membayar Pajak alias Pengemplang Pajak Galian C. Seharusnya dari Pihak Pemda Nganjuk Segera Menutup Semua Penambangan Galian C yang belum melunasi Pajaknya.
“Saya menilai Pemda Nganjuk Banci . Ada apa semua ini” ketus Ketua LSM MAPAK yang akrab di sapa Pri rangket ini
Supriono menegaskan “Pengusaha Penambang Galian C di Nganjuk kontribusinya sangat kecil sekali , lebih banyak merugikan Pemda , jalan – jalan yang dilalui banyak yang rusak , debu waktu musim kemarau , merusak lingkungan hidup. Para Pengusaha Tambang Galian C hanya mencari keuntungan pribadi . Membayar pajak saja tidak mau…lebih baik penambangan Galian C itu ditutup saja.”lanjutnya
Supriyono yang juga sebagai Ketua LSM Forum Peduli Guru ini menghimbau kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Loceret , kalau armada mengganggu karena bising terhadap Proses Belajar Mengajar , anak – anak didik supaya digerakkan untuk menghadang Armada, agar tidak melewati depan Sekolahan , saya siap untuk memimpinnya”. Tandas Supriyono
Hingga berita ini di unggah, Redaksi Detikindo24.com belum berhasil menghubungi pihak pelaku tambang untuk di mintai keterangan. (Jks)





