TULUNGAGUNG,detikindo24.com -Rentetan kecelakaan maut dalam waktu sepekan hingga menewaskan empat orang pengendara di Simpang Sambitan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Akhirnya mendapat perhatian dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung.

Melalui Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Tulungagung, Ferdi Arif Iswahyudi, menyampaikan keprihatinannya dan berharap tidak kembali terulang kejadian serupa di lokasi yang sama.

“Kami dari Dinas Perhubungan turut prihatin dengan adanya peristiwa kecelakaan di lokasi Simpang Sambitan. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, terutama di lokasi yang sama,” ujar Ferdi, Kamis (4/6/2026).

Selanjutnya, Dishub akan memulai langkah awal dengan mengidentifikasi dan mengkaji secara menyeluruh apa penyebab kecelakaan?

Meliputi: Kondisi geometrik jalan, perlengkapan lalu lintas, perilaku pengemudi, hingga dampak peningkatan volume kendaraan akibat pengalihan arus lalu lintas selama pembangunan Jembatan Gondang I.

“Selain itu juga dimungkinkan adanya peningkatan arus lalu lintas akibat pengalihan jalur alternatif dampak pembangunan Jembatan Gondang I,” jelasnya.

“Sebagai upaya pencegahan dalam jangka pendek ini, perlu dilakukan pemasangan tanda atau peringatan adanya persimpangan agar pengguna jalan lebih berhati-hati ketika melintas. Selain itu, ke depan juga diperlukan pemasangan rambu lalu lintas simpang empat apabila fasilitas tersebut belum tersedia secara memadai”, Imbuh Ferdi

Dinas Perhubungan mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan, serta mengedepankan kesabaran dan empati saat melintasi jalur alternatif yang saat ini mengalami peningkatan kepadatan kendaraan.

“Kami menghimbau kepada pengguna jalan agar mengurangi kecepatan dan lebih waspada. Dampak adanya jalur alternatif mengharuskan pengguna jalan lebih bersabar serta saling berempati di jalan. Karena keselamatan jalan merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Sementara menurut masyarakat pengguna jalan, bahwa peningkatan arus kendaraan akibat pengalihan jalur sudah berlangsung cukup lama, sementara kecelakaan terus terjadi hingga menelan empat korban jiwa dalam waktu sepekan ini.

Berharap, Kawasan Simpang Sambitan sangat membutuhkan penanganan yang lebih cepat dan konkret, tidak hanya himbauan, kajian maupun rambu lalu lintas saja. Tetapi langkah nyata pemerintah daerah dengan menugaskan personilnya dari Dinas Perhubungan, kepolisian, dan instansi terkait untuk langsung mengatur di lokasi. (Ft)