Nganjuk,Detikindo24.com -Sutrisno Kades Sukorjo, Kec Loceret, Kab Nganjuk, Jawa Timur akhirnya melakukan klarifikasi secara resmi perkataannya yang viral di Tik Tok dan platform media sosial lainnya.

Sutrisno melalui pernyataan resminya pada Senin (22/9/2025), menegaskan dirinya tidak pernah bermaksud merendahkan bagi profesi wartawan maupun LSM yang beridentitas resmi.

Menyadari ucapannya yang telah menimbulkan salah tafsir dan berpotensi menyinggung banyak pihak, Sutrisno dengan rendah hati dan terbuka menyampaikan permohonan maaf lahir maupun batin.

“Apabila pernyataan saya menyinggung atau melukai hati Bapak, Sahabat, maupun rekan-rekan praktisi media, wartawan, jurnalis, atau LSM dari manapun dan organisasi apapun, saya mohon maaf lahir batin yang sedalam-dalamnya. Saya menarik kembali seluruh ucapan saya di video tersebut,” terang sutrisno

Dengan Klarifikasi yang dilakukannya ini berharap persoalan dapat dianggap selesai. Hubungan antara kepala desa dengan insan pers maupun lembaga masyarakat tetap harmonis, saling menghargai, dan menjaga marwah profesinya masing-masing.

Pernyataan resmi ini sekaligus menegaskan sikap Sutrisno untuk menarik kembali semua ucapannya yang telah menimbulkan polemik. Namun demikian,dirinya tetap berkomitmen melawan praktik-praktik penyalahgunaan profesi oleh oknum tak bertanggung jawab, bukan melecehkan profesi wartawan atau LSM yang bekerja sesuai jalur resmi.

Terkait pernyataan sutrisno sebelumnya yang mengajak kepada para kepala desa untuk melawan di maksut adalah kepada para oknum-oknum yang mengaku wartawan dan LSM tanpa identitas resmi yang jelas.

“Kami, para kepala desa, sering merasa risih dan resah ketika didatangi orang yang mengaku wartawan atau LSM, tetapi tidak memiliki KTA resmi. Mereka datang hanya untuk meminta sesuatu, bahkan cenderung memeras. Dari keresahan itu, saya sempat menyampaikan pernyataan agar bersama-sama melawan mereka.” Ungkap Sutrisno.

Sekali lagi, Sutrisno menegaskan pernyataan tersebut bukan ditujukan untuk wartawan dan LSM yang benar-benar bekerja sesuai aturan, etika, dan identitas resmi. “Sekali lagi, saya tegaskan, maksud saya adalah melawan oknum nakal yang meresahkan, bukan profesi wartawan atau LSM yang sah,” tegasnya.

Sutrisno juga menegaskan bahwa ia bukan pihak yang menyebarkan video itu ke TikTok. Menurutnya, video tersebut beredar di luar kendalinya. “Video itu bukan saya yang menyebarkan. Namun karena sudah terlanjur beredar, saya memilih untuk bertanggung jawab dan meluruskan duduk persoalannya,” kata Sutrisno.

Sutrisno berharap insiden ini bisa menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, baik aparatur desa maupun insan media. Menurutnya, hubungan antara pemerintah desa dan media harus berjalan sehat, saling mendukung, serta sama-sama menjaga kondusivitas wilayah.

“Saya berdoa semoga rekan-rekan wartawan, jurnalis, dan LSM terus diberi kesehatan, keberkahan, dan kelapangan rezeki. Mari kita jaga komunikasi yang baik, supaya tidak ada kesalahpahaman lagi. Karena pada dasarnya kita memiliki tujuan yang sama, yaitu mengabdi untuk kepentingan masyarakat luas,” pungkas Sutrisno. (Ft)