MADIUN,Detikindo24.com -Kampung pesilat adalah julukan untuk dan milik Kabupaten Madiun, Jawa Timur, karena banyaknya perguruan pencak silat dan pelestarian budaya silat yang kental selama ini di daerah. Identitas ini diperkuat melalui berbagai kegiatan, seperti Senam Kampung Pesilat, pagelaran seni, hingga upaya pemerintah untuk menjadikan pencak silat sebagai ikon daerah dan daya tarik wisata budaya.

Dan atas identitas ini, Maka Secara resmi dan bersama-sama 14 Perguruan silat di Kabupaten kembali meneguhkan jati dirinya melalui Deklarasi Pesilat Pemersatu Bangsa, tepatnya pada selasa 9 September 2025,.
Dengan dihadiri oleh Bupati Madiun, Kapolres Madiun, Forkopimda, OPD, IPSI serta para tokoh masyarakat dan 14 perguruan yang ada di Kab Madiun, Deklarasi ini bertujuan tidak lain untuk memperkokoh persatuan dan tetap terjaganya kondusifitas serta memajukan budaya pencak silat sebagai warisan luhur bangsa.
Seperti di sampaikan Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak dalam sambutannya, bahwa pencak silat tidak hanya sebatas olahraga bela diri, tetapi juga bagian dari warisan budaya bangsa yang sarat dengan nilai luhur. “Melalui pencak silat kita dapat membangun karakter, disiplin, serta rasa persaudaraan. Perbedaan antarperguruan jangan dijadikan alasan perpecahan, tetapi justru menjadi kekuatan untuk semakin mempererat persatuan,” ujarnya.
Pantun dari bupati mengenai tentang keberadaan berbagai perguruan silat disambut meriah para hadirin:
Ke hutan bambu mencari rotan,Rotan dianyam jadi ikatan.Pesilat Madiun harus bersatu dan berkawan bersama menjaga persatuan dan persaudaraan.
Bupati mengajak, Mari seluruh elemen masyarakat jadikan pencak silat sebagai sarana menjaga kerukunan. “Saya percaya bahwa dengan kerja sama dan komitmen yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi pencak silat, kita dapat menjadikan Madiun lebih aman, harmonis, dan sejahtera. Pesilat harus menjadi teladan, perekat bangsa, dan penjaga Pancasila,” tambahnya.
Turut menekankan dalam giat tersebut Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si. bahwa pencak silat harus menjadi simbol sportivitas dan kebersamaan. “Perbedaan perguruan bukanlah pemisah, tetapi justru kekuatan dan kekayaan yang harus dijaga bersama. Mari kita jadikan pesilat sebagai teladan dalam menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.
Pun menurut Ketua IPSI Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, Deklarasi ini menjadi momentum penting untuk menguatkan sinergi antar pesilat. Diharapkan melalui program Kampung Pesilat Indonesia, Kabupaten Madiun terus menjadi contoh daerah yang damai, aman, dan kondusif, serta melahirkan generasi muda pesilat yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa kepemimpinan.






