Di Balik Final Festival Akustik Tulungagung 2025: Tekad Generasi Muda Melawan Narkoba Lewat Musik
Tulungagung,Detikindo24.com – Malam itu, halaman Warung Plataran Tulungagung di penuhi cahaya lampu panggung, sorak penonton, dan denting gitar akustik yang mengalun merdu, Rabu (27/8/2025). Sepuluh grup musik dari kategori pelajar dan umum saling unjuk gigi dalam Final Festival Akustik 2025 Piala Wakil Bupati Tulungagung.
Namun, di balik hingar bingar panggung, ada cerita yang lebih dalam: tentang mimpi, persahabatan, dan tekad generasi muda melawan narkoba lewat musik.
Kelompok musik pelajar Frasakustik, yang akhirnya meraih juara 1 kategori pelajar, berawal dari latihan sederhana di garasi rumah salah satu anggotanya. “Kami cuma ingin main musik bareng. Tidak pernah membayangkan bisa sampai ke final,” ujar salah satu personelnya dengan mata berbinar.
Kemenangan itu bagi mereka bukan sekadar piala, melainkan pengakuan bahwa kerja keras dan kebersamaan bisa membawa mereka sejauh ini.
Sementara di kategori umum, Groovy Beats tampil penuh percaya diri dengan aransemen segar. Mereka yang sehari-hari berprofesi berbeda—ada yang mahasiswa, karyawan, hingga barista—menemukan musik sebagai ruang pelarian sekaligus identitas. “Kalau tidak ada musik, mungkin kami sudah sibuk sendiri-sendiri. Musik yang menyatukan kami,” kata sang vokalis.
Di sela acara, Suroso dari BNNK Tulungagung menegaskan bahwa festival ini lebih dari sekadar hiburan. “Ini ruang aman. Anak-anak muda bisa menyalurkan energi positif tanpa harus bersinggungan dengan narkoba. Musik adalah benteng mereka,” ungkapnya.
Pesan itu seolah hidup di atas panggung malam itu. Setiap petikan gitar dan nyanyian para finalis menjadi perlawanan halus terhadap narkoba yang kerap mengintai generasi muda.
Wakil Bupati Ahmad Baharudin yang hadir langsung bersama Kapolres, perwakilan BNNK, sponsor, hingga pengusaha lokal, tampak bangga melihat energi para peserta. “Kemerdekaan sejati adalah saat generasi muda bebas berkarya dan bebas dari narkoba,” ujarnya.
Bagi panitia, festival ini juga bukti bahwa kegiatan positif bisa berdiri mandiri tanpa dana APBD. “Gotong royong sponsor, komunitas, dan teman-teman musisi membuat acara ini hidup,” kata Ketua Panitia, Agus Purnomo.
Ketika nama-nama pemenang diumumkan, sorak sorai dan tepuk tangan memenuhi halaman Warung Plataran. Namun, lebih dari sekadar siapa yang juara, semua peserta sepakat bahwa pengalaman ini adalah bagian dari perjalanan mereka.
Seorang penonton muda bahkan berbisik sambil tersenyum, “Kalau ada acara kayak gini terus, anak-anak muda Tulungagung pasti lebih sibuk latihan musik daripada mikir hal-hal negatif.”
Malam itu, Festival Akustik Piala Wakil Bupati 2025 bukan hanya soal siapa yang terbaik di atas panggung. Ia menjadi kisah bersama—tentang mimpi anak muda, kekuatan musik, dan harapan akan generasi yang lebih sehat serta bebas dari narkoba.






